Pengalaman dengan Ubuntu 5.04 (Hoary Hedgehog)
Akhirnya, setelah hampir kurang lebih 3 bulan menganggur di kamar kosan, CD Linux yang saya pesan dari website Ubuntu ini pun saya coba untuk install kembali di Notebook. Ketakutan ini bermula saat saya pertama kali mencoba menginstall Ubuntu. Waktu itu akibat sedikit kesalahan, komputer saya tidak dapat booting ke Win***$. Kaget sekali waktu itu karena banyak sekali data penting dari tugas kuliah sampai kerjaan kantor yang saya simpan disana. Tetapi untungnya hanya dengan memperbaiki MBR, saya dapat akses kembali ke data penting tersebut.
Ubuntu Linux adalah distribusi Linux yang merupakan turunan dari distro Debian Linux. Debian Linux sendiri diakui sebagai distro Linux yang handal dalam hal security dan pengelolaan package-nya. Versi Ubuntu Linux yang saya gunakan dalam tulisan ini adalah versi 5.04 (Hoary Hedgehog), sedangkan pada website resmi Ubuntu sendiri telah merilis versi terbaru 5.10 dengan nama Breeze Badger. mungkin dalam tulisan berikutnya akan saya coba untuk menjelaskan langkah-langkah apa saja yang saya lakukan untuk upgrade ke versi terbaru.
Langkah penting yang harus kita lakukan sebelum memulai adalah :
- Backup … backup … dan backup, antisipasi apabila ada hal-hal yang
tidakdiinginkan dikemudian hari terjadi
. - Siapkan partisi.
- Catat dan ketahui spesifikasi sistem komputer yang digunakan.
- Siapkan Ubuntu Linux, bisa dipesan di sini atau download di sini.
Apabila sudah siap kita lanjutkan ke proses instalasi. Set agar komputer yang dipakai boot ke CD. Boot komputer dengan CD Ubuntu yang anda miliki, apabila anda belum memilikinya cukup pesan saja di sini -totally free- lebih banyak pesannya lebih baik, jadi anda dapat berikan ke teman-teman anda. Setelah CD Ubuntu dimasukkan, maka otomatis komputer akan boot dan masuk ke sesi instalasi. Ikuti instruksi yang ada.
Pada bagian setting partisi yang saya lakukan adalah menyiapkan partisi yang akan dipakai oleh ubuntu (/, /boot, /var, /usr, /home) dan swap.
Tentukan format filesystem dari partisi-partisi diatas, untuk /, /var, /usr, /home saya gunakan filesystem ext3 sedangkan /boot saya gunakan ext2.
Setelah selesai maka Ubuntu akan memformat partisi yang sudah dibuat yang kemudian dilanjutkan dengan instalasi sistem. Mudah bukan
Tidak beberapa lama, Ubuntu pun siap digunakan. Ini adalah tampilan desktop Ubuntu saya.
Selamat datang Ubuntu, sekarang kamu adalah teman seperjalananku.

